Sabtu, 12 Juli 2014

Aksi Gadis Palestina Tonjok Tentara Israel

Konflik antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza sedang memanas. Di tengah itu semua, mengemuka adegan mengagumkan dari gadis kecil nan pemberani. Memukuli tentara Israel dengan tangan kosong.

Tak ada rasa takut, bocah perempuan bernama Ahed Tamimi memarahi dan memukul dengan tangan kosong tentara Israel. Ke manapun prajurit itu bergerak, ia ikuti dan terus diungkapkan kemarahannya.

Aksi berani gadis Palestina itu pun menjadi salah satu yang terpopuler seperti dikutip Liputan6.com dari YouTube, Jumat (11/7/2014). Meski videonya yang diposting akun 'Mak Oda' itu baru dilihat 50.687 kali.

Dilansir dari Todays Zaman tertanggal 27 Desember 2012, Tamimi mulai geram saat kakaknya ditangkap tentara Israel. Beberapa kali ia terlihat mengarahkan tinjunya ke arah prajurit negeri zionis itu.

Meski hanya ditanggaip dengan senyum dan tawa, Tamimi tak gentar. Ia tetap bersikeras menyampaikan amarahnya kepada para tentara. Serta menghujani mereka dengan tinju kecilnya.

Dalam video itu, Tamimi juga sempat dilempari gas air mata. Namun ia tak seperti anak kecil umumnya, yang takut melihat senjata itu.
Bocah berambut sebahu itu pun hanya berlari menghindar, kemudian kembali mendatangi tentara-tentara yang sedang berjaga di jalan.

Berkat keberaniannya, Tamimi pun mendapatkan penghargaan dari Istanbul.
- See more at: http://news.liputan6.com/read/2076459/aksi-gadis-palestina-tonjok-tentara-israel-populer-di-youtube#sthash.WDzPl0Py.dpuf

Jumat, 11 Juli 2014

Selain Larang Shalat, China Paksa Muslim Uighur Buka Puasa

Pemerintah Cina di Provinsi Turkistan Timur (Xinjiang), memaksa masyarakat Uighur Muslim untuk membatalkan puasa mereka, setelah itu menyatakan ibadah di bulan suci Ramadhan dilarang.
Seorang mahasiswa Muslim, yang minta dirahasiakan identitasnya, di kota Kashgar, menjelaskan bahwa pemerintah China meningkatkan pembatasan ibadah selama bulan Ramadan, termasuk larangan shalat dan puasa.
“Ketika mereka melihat kami sedang berpuasa, mereka memaksa kami untuk berbuka puasa. Ketika kami menolak untuk berbuka puasa, mereka mengancam untuk mengusir kami dan tidak memberi kami diploma,” kata mahasiswa tersebut.

Lebih dari itu, kamar asrama diperiksa pada saat sahur untuk memeriksa siapa yang makan. Mereka yang ditemukan sedang makan sahur akan di masukkan ke dalam daftar hitam.
Pada siang hari, staf sekolah membagikan makanan dan air kepada mahasiswa, lalu memaksa mereka untuk mengkonsumsinya di depan mereka.
Restoran juga dipaksa tutup saat jam buka puasa, mereka yang tidak mau menutup restorannya akan menghadapi denda.
Namun, meskipun mereka menghadapi resiko, beberapa siswa Uighur tetap terus berpuasa.
Turkestan Timur yang letaknya strategis di perbatasan Asia Tengah kaya dengan sumber daya alam, Turkistan Timur juga sangat penting untuk pertumbuhan kebutuhan energi China. Analis mengatakan, meskipun kekayaan mineral dan telah dilakukan investasi miliaran dolar, namun banyak dari hasilnya hanya dinikmati oleh mayoritas Han China, hal itu memicu kebencian di antara rakyat Uighur.
Kelompok hak asasi manusia juga mengeluhkan bahwa rakyat Uighur – yang berbicara bahasa Turki – terputus dari pembangunan ekonomi, karena mereka mendapatkan diskriminasi dalam pekerjaan, dengan membiarkan masuknya pekerja migran dari wilayah lain China.
Diperkirakan sekitar 10 juta orang Turki Uighur hidup di Turkestan Timur bersama  etnis China Han yang dimigrasikan ke daerah itu secara massal. Muslim Uighur Turki, telah menghadapi penindasan agama di tanah air mereka, yang berada di bawah pendudukan China.
Selama beberapa dekade, Uighur Turki telah mengalami kebijakan-kebijakan yang menindas seperti pengasingan, aborsi paksa dan eksekusi mati. Pada tahun 2009, ketegangan etnis memuncak di kawasan itu, bentrokan antara suku Uighur dan China Han mengakibatkan sekitar 200 orang tewas.
Ratusan warga Uighur telah melarikan diri dari tanah air mereka karena ketegangan baru-baru ini, yang diperkirakan berpotensi untuk lepas kendali.
Sumber: worldbuuletin/kiblat

Surat dari Muslimah Palestina

ASSALAMUALLAIKUM warahmatullah….
Saudariku, Aninda…
Sekiranya kalian tahu, kami di sini di Palestina ini ibarat putri yang selalu dilirik oleh lelaki hiung belang yang bernama Yahudi. Setiap saat kami dihujani dengan peluru, bom, mortar, dan tembakan yang membabi buta. Sasarannya bukan hanya para pejuang, tetapi anak anak dan wanita serta orang tua. Kami bangga karena negeri kami tempat para syuhada.
Saudariku seiman,

Kadang aku mendambakan sebuah negeri yang damai seperti indonesia..untuk kami bisa membesarkan anak anak kami yang suatu saat kelak berguna untuk bangsa,Agama dan kelangsungan keturunan kami…tetapi janji memang berkehendak lain…
Kami meyakini dengan segenap iman dan jiwa raga kami,,bahwa kamilah umat yang dijanjikan oleh Allah melalui nabi Musa alaihis salam sebagai pemilik syah dari tanah ini. Karena kami masih beriman kepada Allah dan menuruti segala perintah dan menjauhi laranganNya.
Kami sudah mengetahui bahwa Yahudi adalah keluarga kami juga dari keturunan yang sama, namun mereka bernenek moyang Tsamiri yang menyembah patrung lembu emas..dan kami masih menyembah Allah Yang Maha kuasa Tuhanya Seluruh Nabi dan Rasul yang mulia..
Saudariku seiman,
Kamipun meyakini bahwa sekuat apapun tentara Yahudi ingin mengusir kami. Tentara Allah akan selalu membantu kami. Seperti kejadian baru baru ini, tentara Yahudi lari dan terbunuh oleh 20 pasukan berkuda berpakaian Jubah putih yang menggunakan pedang. Mataku melihat sendiri dimana saat itu kami tidak memiliki daya melawan tentara Yahudi. di situlah Allah membantu kami.
Kubagikan cerita ini untukmu semoga engkau jangan risau, sedih hati,kami masih dilindungi Allah. Dan masih disayang Allah,hidup dan mati kami hanya untuk Allah.
Saudariku seiman,
Sampaikan salam hormatku kepada semua umat Islam di Indonesia. Terima kasih atas segala doa dan bantuannya. Allah akan membalas kebaikan semuanya.
Wassalamu’alaikum warahmatullah

Sumber : http://www.islampos.com/

Kamis, 10 Juli 2014

Gaza Under Attack - Israel Hujani Gaza dengan Bom

GAZA, SELASA — Israel kembali melancarkan serangan udara di Jalur Gaza dengan menghujani lebih dari 30 titik sasaran, termasuk rumah penduduk, dengan bom, Selasa (8/7) dini hari. Pejuang Palestina terus meluncurkan roket-roket mereka ke Israel selatan. Eskalasi ketegangan Israel-Palestina meningkat.
Israel menyebut serangan udara mereka dengan istilah ”Ujung Perlindungan Operasi”. Mereka menarget kelompok militan Hamas yang meluncurkan roket-roket ke Israel.
Selama serangan udara dilancarkan, mereka meminta warga Israel dalam radius 40 kilometer dari pantai selatan bertahan di area terlindungi. Kamp-kamp musim panas juga diperintahkan berhenti, sebagai antisipasi serangan roket Palestina.
Pejabat Palestina mengatakan, Israel mengebom lebih dari 30 target lokasi sekurangnya satu jam lebih sebelum subuh. Dua rumah, salah satunya diketahui milik anggota Hamas, termasuk dalam sasaran bom Israel.

Dilaporkan, tidak ada korban jiwa dalam serangan bom Israel, Selasa dini hari tadi. Hal itu karena warga dievakuasi terlebih dahulu sebelum bom dijatuhkan. Namun, sembilan warga terluka terkena puing-puing akibat serangan tersebut.
Ashraf al-Kedra, petugas kesehatan di Gaza, mengatakan, sedikitnya sembilan warga Palestina dilarikan ke rumah sakit. Mereka mengalami cedera ringan hingga sedang akibat serangan udara itu. Sejumlah warga yang terluka telah dirawat dan dipulangkan.
Ketegangan di Gaza meningkat sejak tiga remaja Israel diculik, kemudian ditemukan tewas di Tepi Barat, 12 Juni lalu. Peristiwa itu disusul dengan penculikan seorang remaja Palestina. Seperti yang dialami tiga remaja Israel, remaja Palestina itu belakangan ditemukan tewas. Kasus terakhir disebut-sebut sebagai aksi balas dendam.
Selama ketegangan itu, para pejuang militan di Gaza telah meluncurkan lebih dari 200 roket dan granat mortir ke Israel. Satu hari kemarin, yakni hari Senin, roket-roket yang diluncurkan mendekati 100 buah.
Pada saat hampir bersamaan, Israel semakin gencar melancarkan serangan udara ke Gaza. Senin lalu, delapan pejuang Palestina tewas dalam serangan udara. Itu angka korban jiwa tertinggi dalam satu serangan sejak ketegangan akhir 2012.
Telepon jelang bom
Menurut Kementerian Dalam Negeri Palestina, keluarga rumah yang akan menjadi sasaran bom mendapat telepon dari petugas intelijen Israel. Mereka diminta meninggalkan rumah dan diberi tahu rumah mereka bakal dibom. Saat itulah, mereka dievakuasi.
Juru bicara militer Israel mengonfirmasi sebagai pihak yang melancarkan serangan udara ke Gaza. Letnan Kolonel Peter Lerner, juru bicara militer Israel lain, melalui Twitter mengatakan, ”Ujung Perlindungan Operasi tengah dilancarkan, dengan target Hamas yang mampu meneror Israel.”
Sayap militer Hamas menegaskan bakal menghadirkan ”gempa bumi” sebagai respons atas serangan Israel. Mereka mengaku telah melontarkan roket ke Israel selatan.
Mereka menyebut pengeboman rumah-rumah oleh Israel ”telah melampaui seluruh garis merah”. Hamas mengancam bakal melontarkan roket-roket dengan daya jangkau lebih jauh. ”Kami akan merespons dengan memperluas jangkauan target-target kami,” demikian pernyataan kelompok militan itu.
Sebanyak 16 roket Hamas telah mencapai sekitar kota Beersheva, Israel selatan. Kota ini berjarak 40 kilometer dari Gaza dan dihuni sekitar 200.000 warga. Brigade Ezzedine al-Qassam mengaku bertanggung jawab atas serangan roket-roket itu.
”Al-Qassam menembakkan puluhan roket ke Netivot dan Ashkelon, Ashdod, dan Ofakim sebagai balasan atas agresi Zionis,” demikian pernyataan sayap militer Hamas itu. ”Roket-roket al-Qassam adalah balasan alami atas kejahatan Israel terhadap warga kami,” kata Sami Abu Zuhri, juru bicara Hamas, melalui pernyataan.
”Kami tidak takut pada ancaman kalian dan kami tidak akan menyerah pada syarat-syarat kalian. Kami akan membalas kejahatan kalian.”
Tank-tank siaga
Menurut Lerner, aktivis-aktivis militan di Gaza melontarkan lebih dari 80 roket ke Israel, Senin kemarin. Dalam sebulan terakhir, sudah lebih dari 200 roket dari pejuang Palestina yang diluncurkan ke wilayah Israel.
Senin kemarin, kabinet Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memutuskan untuk meningkatkan serangan udara terhadap pejuang-pejuang militan Palestina di wilayah pantai Gaza. Sebelumnya, Netanyahu menegaskan ”akan melakukan apa saja yang dibutuhkan” untuk kembali membuat tenang masyarakat di Israel selatan.
Kepada wartawan, Lerner menyatakan, Israel menyiapkan ratusan pasukan cadangan dan siap memobilisasi 1.500 pasukan untuk meningkatkan serangan ke Gaza.
Sumber : http://print.kompas.com

Rabu, 09 Juli 2014

CT Nobar Quick Count di Menara Bank Mega

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung nonton bareng hitung cepat Pilpres 2014 bersama dengan sejumlah tamu undangan di Ballroom Menara Bank Mega. CT melihat laporan langsung dari beberapa titik lokasi TPS dan juga lembaga survei yang menjadi indikator quick count.

Acara nonton bareng quick count digelar di Ballroom Menara Bank Mega di Jl Kapten Piere Tendean No 12-14A, Jakarta Selatan, Rabu (9/7/2014).

CT datang ke lokasi nobar pukul 11.30 WIB. Dia ditemani istrinya Anita Ratnasati Tanjung.

Sejumlah tamu undangan yang hadir di antaranya adalah Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman, Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron, Perwakilan kedutaan hingga kalangan pengusaha seperti Peter Frans Gontha dan pengamat ekonomi Avi Avliani.


Acara penghitungan cepat pemilihan presiden 2014 ini digelar oleh 4 lembaga survei yaitu RRI, LSI, CSIS dan Kompas. 

Acara penghitungan cepat ini juga diselingi oleh berbagai hiburan dari artis-artis ibukota di antaranya Nidji, Soimah, Cakra Khan, Judika dan lain-lain.

Sumber : http://news.detik.com/

Jumat, 04 Juli 2014

Pesan‬ Hidup Dari Bocah Penjual Koran

Kisah Inspirasi dan Motivasi. Dari tadi pagi hujan mengguyur kota tanpahenti, udara yang biasanya sangat panas, hari ini terasa sangat dingin. Di jalanan hanyasesekali mobil yang lewat, hari ini hari libur membuat orang kota malas untuk keluar rumah.Di perempatan jalan, 
Umar, seorang anak kecil berlari-lari menghampiri mobil yang berhenti dilampu merah, dia membiarkan tubuhnya terguyur air hujan, hanya saja dia begitu eratmelindungi koran dagangannya dengan lembaran plastik. “Korannya bu ! ”seru Umar berusaha mengalahkan suara air hujan.
Dari balik kaca mobil si ibu menatap dengan kasihan, dalam hatinya dia merenung anak sekecilini harus berhujan-hujan untuk menjual koran. 

Dikeluarkannya satu lembar dua puluh ribuan dari lipatan dompet dan membuka sedikit kaca mobil untuk mengulurkan lembaran uang. “Mau koran yang mana bu?, tanya Umar dengan riang. ”Nggak usah, ini buat kamu makan, kalau koran tadi pagi aku juga sudah baca”, jawab si ibu. Si Umar kecil itu tampak terpaku, lalu diulurkan kembali uang dua puluh ribu yang dia terima, ”Terima kasih bu, saya menjual koran, kalau ibu mau beli koran silakan, tetapi kalau ibu memberikan secara cuma-cuma, mohon maaf saya tidak bisa menerimanya”, Umar berkata dengan muka penuh ketulusan. 
Dengan geram si ibu menerima kembali pemberiannya, raut mukanya tampak kesal, dengan cepat dinaikkannya kaca mobil. Dari dalam mobil dia menggerutu ”Udah miskin sombong!”. 
Kakinya menginjak pedal gas karena lampu menunjukkan warna hijau. Meninggalkan Umar yang termenung penuh tanda tanya.


Umar berlari lagi ke pinggir, dia mencoba merapatkan tubuhnya dengan dinding ruko tempatnya berteduh. Tangan kecilnya sesekali mengusap muka untuk menghilangkan butir-butir air yang masih menempel. Sambil termenung dia menatap rintik-rintik hujan di depannya, ”Ya Tuhan, hari ini belum satupun koranku yang laku”, gumamnya lemah.

Hari beranjak sore namun hujan belum juga reda, Umar masih saja duduk berteduh di emperanruko, sesekali tampak tangannya memegangi perut yang sudah mulai lapar. Tiba-tiba didepannya sebuah mobil berhenti, seorang bapak dengan bersungut-sungut turun dari mobil menuju tempat sampah,” Tukang gorengan sialan, minyak kaya gini bisa bikin batuk”, denganpenuh kebencian dicampakkannya satu plastik gorengan ke dalam tong sampah, dan beranjak kembali masuk ke mobil. 


Umar dengan langkah cepat menghampiri laki-laki yang ada di mobil.” Mohon maaf pak, bolehkah saya mengambil makanan yang baru saja bapak buang untuk saya makan”, pinta Umar dengan penuh harap. Pria itu tertegun, luar biasa anak kecil didepannya. Harusnya dia bisa saja mengambilnya dari tong sampah tanpa harus meminta ijin. Muncul perasaan belas kasihan dari dalam hatinya.“ Nak, bapak bisa membelikan kamu makanan yang baru, kalau kamu mau”” Terima kasih pak, satu kantong gorengan itu rasanya sudah cukup bagi saya, boleh kan pak?, tanya Umar sekali lagi.” Bbbbbooolehh”, jawab pria tersebut dengan tertegun. Umar berlari riang menuju tong sampah, dengan wajah sangat bahagia dia mulai makan gorengan, sesekali dia tersenyum melihat laki-laki yang dari tadi masih memandanginya.
Dari dalam mobil sang bapak memandangi terus Umar yang sedang makan. Dengan perasaan berkecamuk di dekatinya Umar. ”Nak, bolehkah bapak bertanya, kenapa kamu harus meminta ijinku untuk mengambil makanan yang sudah aku buang?, dengan lembut pria itu bertanya dan menatap wajah anak kecil didepannya dengan penuh perasaan kasihan. ”Karena saya melihat bapak yang membuangnya, saya akan merasakan enaknya makanan halal ini kalau saya bisa meminta ijin kepada pemiliknya, meskipun buat bapak mungkin sudah tidak berharga, tapi bagi saya makanan ini sangat berharga, dan saya pantas untuk meminta ijin memakannya ”, jawab si anak sambil membersihkan bibirnya dari sisa minyak goreng.

Pria itu sejenak terdiam, dalam batinnya berkata, anak ini sangat luar biasa. ”Satu lagi nak, aku kasihan melihatmu, aku lihat kamu basah dan kedinginan, aku ingin membelikanmu makanan lain yang lebih layak, tetapi mengapa kamu menolaknya”. Si anak kecil tersenyum dengan manis, ”Maaf pak, bukan maksud saya menolak rejeki dari Bapak. Buat saya makan sekantong gorengan hari ini sudah lebih dari cukup. Kalau saya mencampakkan gorengan ini dan menerima tawaran makanan yang lain yang menurut Bapak lebih layak, maka sekantong gorengan itu menjadi mubazir, basah oleh air hujan dan hanya akan jadi makanan tikus. ”Tapi bukankah kamu mensia-siakan peluang untuk mendapatkan yang lebih baik dan lebih nikmat dengan makan di restoran di mana aku yang akan mentraktirnya”, ujar sang laki-laki dengan nada agak tinggi karena merasa anak di depannya berfikir keliru. Umar menatap wajah laki-laki didepannya dengan tatapan yang sangat teduh, ”Bapak!, saya sudah sangat bersyukur atas berkah sekantong gorengan hari ini. Saya lapar dan bapak mengijinkan saya memakannya”, Umar memperbaiki posisi duduknya dan berkata kembali, ”Dan saya merasa berbahagia, bukankah bahagia adalah bersyukur dan merasa cukup atas anugerah hari ini, bukan menikmati sesuatu yang nikmat dan hebat hari ini tetapi menimbulkan keinginan dan kedahagaan untuk mendapatkannya kembali di kemudian hari.” Umar berhenti berbicara sebentar, lalu diciumnya tangan laki-laki di depannya untuk berpamitan. Dengan suara lirih dan tulus Umar melanjutkan kembali, ”Kalau hari ini saya makan di restoran dan menikmati kelezatannya dan keesokan harinya saya menginginkannya kembali sementara bapak tidak lagi mentraktir saya, maka saya sangat khawatir apakah saya masih bisa merasakan kebahagiaannya”. Pria tersebut masih saja terpana, dia mengamati anak kecil di depannya yang sedang sibuk merapikan koran dan kemudian berpamitan pergi. ”Ternyata bukan dia yang harus dikasihani, Harusnya aku yang layak dikasihani, karena aku jarang bisa berdamai dengan hari ini

Minggu, 29 Juni 2014

Sejarah Freemason

Freemason adalah sebuah organisasi yang bersifat lecet lecet secret society, bukan berasal dari asosiasi tukang batu di pinggir kali. Freemason adalah gerakan yang dicetuskan oleh para ksatria Templar templar knight yang pulang ke eropa dari Jerusalem setelah kalah dari perang salib. Pada awalnya, Ksatria Templar adalah sekumpulan kecil pasukan ksatria baja hitam yang bersumpah untuk hidup sederhana dan miskin hanya makan tempe, makanya dinamakan templar, tempe sampe kelar, mengabaikan kekayaan, dan berjuang untuk membela agama, seperti halnya para pendeta yang berpedang. Akan tetapi ironisnya, mereka selalu dipercayakan oleh para raja-raja dan gereja untuk melindungi dan menyimpan kekayaan mereka oleh karena sumpah para ksatria Templar. Para ksatria Templar selama perang salib di tanah palestina selain berperang melawan tentara muslim juga belajar ilmu-ilmu pengetahuan dari orang-orang timur tengah. Mulai dari ilmu astronomi, management bank, ilmu kedokteran sampai mystisme. Setelah perang salib selesai dan jerusalem jatuh di pihak kaum muslim, para ksatria Templar yang pulang kembali ke eropa (inggris, perancis, german) mulai mengelola skill dan ilmu yang mereka pelajari, salah satu yang paling menonjol adalah ilmu perbankan. Ironisnya, sumpah mereka dahulu untuk tetap hidup sederhana dan berjuang demi agama telah mereka tinggalkan, mereka mulai mempraktekan mistisme dan ilmu-ilmu sihir. Mereka mengelola harta dan kekayaan para raja-raja eropa dan gereja dengan didirikannya bank-bank pertama di eropa. Akan tetapi, para raja-raja dan gereja mulai takut akan kekuasaannya dan pengaruhnya yang mulai kurang berpengaruh oleh karena pengaruh para mantan ksatria Templar yang makin kuat dikarenakan kekuatan finance para ksatria Templar melalui bank bank mereka. Dan juga gereja mulai curiga dengan keimanan para ksatria Templar yang mulai menunjukan penolakan mereka terhadap ajaran agama kristen. Sampai pada puncaknya raja raja dan gereja bersekutu untuk melenyapkan para ksatria Templar dan mengambil kembali kekayaan mereka. Ksatria Templar akhirnya diburu, dipenjarakan, disiksa dan dihukum mati. Sebagian yang selamat dengan mengganti identitas mereka akhirnya bersumpah akan membalas dendam untuk para rekan-rekan mereka yang telah tewas. Disitulah awal didirikannya gerakan Freemason.

Kamis, 01 Maret 2012

Bahaya Menonton Film Porno

Bahaya Laten Menonton Film Porno


Internet Merupakan salah satu media yang paling banyak digemari oleh hampir seluruh kalangan, mulai dari anak-anak sampai dengan orang yang sudah lanjut usia.

Nemua menggunakan media ini untuk memenuhi kepentingan masing-masing baik itu tugas kantor atau pun bagi para mahasiswa di gunakan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh dosen-dosennya...

Namun di balik itu semua, ada juga orang yang menyalah gunakan Teknologi Informasi, internet di gunakan untuk menjadi media pemuas nafsu hayalan misalnya seperti menontong film porno, cam adult dan sebagainya, al hasil untuk melampiaskan nafsunya tidak banyak orang lain yang menjadi korban, misalnya terjadi pemerkosaan dan itu semua terjadi karena nafsu yang meledak gara-gara menonton film porno dan tidak tauharus menyalurkan kemana lagi...

Ada fakta menarik buat para pecinta film porno yaitu menurut pakar psikologi dari yayasan Kita dan Buah Hati, Elly Risma. Dalam konfrensi pers di Sekretariat Komnas Perlindungan Anak, Jakarta Timur, Sabtu (12/6/2010). Elly menjelaskan secara ditail mengenai efek film porno bagi anak-anak atau siapa pun yang senang menontonnya.
"Fornograpi dapat merusak lima bagian otak kita, sedangkan narkoba yang rusaknya hanya tiga,"tutupnya.

Menurut Elly, bahaya akibat seringnya nonton film porno akan mengkeredilkan otak kita. "Fornografi adalah perusak otak, lebih dari methapetamin. Bagian otak prefrontal conteks kita akan hancur. Bagian tersebut merupakan bagian otak yang mengontrol moral dan nilai, pengontrolan diri, dan pengambilan keputusan," jelasnya.
Rusaknya otak prefrontal conteks, akan membuat perasaan kita selalu kacau, makanya kita akan selalu ketergantungan untuk melihat film porno. "Saat melihat film porno, sistim limbik kita akan bekerja, sehingga keluarlah dufamin atau hormon kenikmatan,"ungkapnya.
Ia mencontohkan, ketika seorang anak menyukai satu gelas ice cream maka hormon kenikmatan tersebut hanya akan keluar untuk satu gelas ice cream. Bila ditambah lagi satu gelas ice cream maka hormon tersebut tidak akan keluar. "Sama seperti orang nge-seks atau nonton film porno, hormon terserbut akan keluar sampai batas kenikmatan puncak," terangnya.

adapun bagian otak yang diserang tersebut adalah
Empat bagian Otak yang Diserang
1. Obesity merusak bagian otak Orbitofrontral Midfrontal dan nucieus accumbens

2. Methapetamin merusak bagian otak Orbitofrontral Midfrontal, Insula Hippocampus Tempral, dan Patumencingalute.

3. Cocain merusak bagian otak Orbitofrontral Midfrontal, Insula Hippocampus Tempral, dan nucieus accumbens

4. Film Porno merusak lima bagian otak yaitu Orbitofrontral Midfrontal, Insula Hippocampus Tempral, nucieus accumbens, Patumencingalute, dan Cerebelum.

Minggu, 22 Januari 2012

Reset Loader Windows 7 Yang Sudah Expired

1. Klik Start
2. Ketik pada Search Program and Files, Command
3. Klik kanan pada Command Prompt dan pilih Run as Administrator
4. Sekarang ketik slmgr -rearm
5. Setelah itu ada jendela menyatakan pengaturan berhasil
6. Sekarang cek di Windows Operating System Info (ke My Computer->Klik kanan->Properties)
7. Selesai

Selasa, 13 Desember 2011

Adikku Sayang


Aku lahir di suatu desa di pegunungan yang sangat terpencil. Untuk memenuhi kebutuhan kami, setiap hari dengan berpeluh orangtuaku membajak lahan kami yang tandus. Dan, aku mempunyai seorang adik laki-laki yag usianya tiga tahun lebih muda dari aku.
Suatu saat, karena tertarik untuk membeli sebuah sapu tangan yang di pakai oleh banyak gadis di desa kami, aku mencuri uag lima puluh sen dari laci ayahku.
Ayahku segera menyadari kehilangan uang tersebut. Ayah memerintahkan aku dan adikku untuk berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu ditangannya.
“Siapa yang mencuri uang itu ?” ayah bertanya dengan sangat marah. Aku terdiam, terlalu takut untuk berbicara.
Ayah semakin marah ketika tidak ada yang mengaku, dan ia berkata, “Baik , kalau begitu kalian berdua akan ku hajar !” Ayah mengangkat tongkat bambu itu tinggi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, “Ayah, aku yang melakukannya !”
Tongkat panjang itu segera bertubi-tubi menghantam punggung adikku. Ayah begitu marah, sehingga ia lupa diri dan berus menerus memukul adikku sampai beliau kehabisan nafas.

Sesudah itu, ayah duduk di atas ranjang batu kami dan memarahi adikku, “Kamu sudah belajar mencuri sekarang, hal memalukan apalagi yang akan kamu lakukan di masa yang akan datang ? …. Kamu layak dipukul sampai mati !!! Kamu pencuri tidak tahu malu !!!
Malam itu Ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Pada tengah malam, aku tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, “Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semua telah terjadi.” Aku masih saja membenci diriku, karena tidak memiliki cukup keberanian untuk mengakui perbuatanku.
Bertahun-tahun telah lewat, tetapi kejadian tersebut seakan baru terjadi kemarin. Aku tak pernah melupakan wajah adikku waktu ia melindungiku. Ketika itu, adikku berusia 8 tahun dan aku berusia 11 tahun. Setelah adikku lulus SMP, ia akan melanjutkan ke sebuah SMA di kabupaten. Pada saat yang bersamaan, aku di terima disebuah universitas propinsi. Malam itu ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, terus-menerus sampai menghabiskan berbungkus-bungkus rokok.

Aku mendengarnya menggerutu, “Kedua anak kita memberikan hasil yang sangat baik…hasil yang sangat baik…” Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, “Apa gunanya ? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus ?”
Saat itu juga, adikku berjalan keluar menghampiri ayah dan berkata, “Ayah, aku tidak mau melanjutkan sekolah lagi, aku telah cukup membaca banyak buku.
”Ayah mengayunkan tangannya dan memukul wajah adikku. “Keparat, mengapa kamu mempunyai jiwa yang begitu lemah ? Sekalipun hal tersebut berarti aku harus mengemis dijalanan, aku akan tetap menyekolahkan kalian berdua sampai selesai !!” Setelah itu ayah mengetuk setiap rumah di desa kami untuk mencoba meminjam uang.
Dengan penuh kelembutan, aku menjulurkan tanganku ke wajah adikku yang membengkak. Aku mencoba menasehatinya, “Seorang anak laki-laki harus melanjutkan sekolahnya. Jika tidak, maka ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini. Aku seorang wanita. Sekolah tidaklah terlalu penting. Aku telah memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan ke universitas.

Pada keesokan harinya, sebelum fajar menyingsing, di luar dugaan, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku, “Kak, masuk ke universitas itu tidaklah mudah. Aku akan pergi mencari kerja dan mengirimi-mu uang.”
Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, sambil menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Saat itu adikku berusia 17 tahun dan aku 20 tahun. Dengan uang hasil pinjaman ayah pada beberapa warga desa, ditambah dengan uang dari adikku (hasil kerja adik sebagai kuli panggul semen di lokasi konstruksi), akhirnya aku berhasil melewati tahun ketiga di universitas.

Pada suatu hari, ketika aku sedang belajar dikamar, teman sekamarku masuk dan memberitahukan, “Ada seorang penduduk desa menunggumu di luar !”
Mengapa ada seorang penduduk desa mencariku ? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir.
Aku bertanya kepadanya, “Mengapa tidak kamu katakan bahwa kamu adalah adikku ?” Dia menjawab, tersenyum, “Lihatlah penampilanku. Apa yang akan mereka pikirkan, jika mereka tahu bahwa aku adalah adikmu ? Apakah mereka tidak akan menertawakanmu ?” Aku merasa sangat terharu dan air mata kembali mengalir dari mataku. Aku membersihkan semua debu yang melekat pada adikku, dengan agak tersendat-sendat aku berkata, “ Aku tidak peduli omongan siapapun ! Kamu adalah adikku…apapun juga ! Kamu adalah adikku bagaimanapun penampilanmu…”
Dari sakunya ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya di rambutku, dan kemudian menjelaskan, “Aku melihat semua gadis di kota memakainya. Jadi, aku pikirkamu juga harus memakainya. “Dan, aku pun tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku memeluk adikku, menangis dan menangis…
Waktu terus berlalu, adikku telah berusia 20 tahun sedangkan aku berusia 23 tahun. Saat aku pertama kali membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan rumahku terlihat bersih.

Setelah pacarku pulang , aku menari seperti seorang gadis kecil di depan ibuku. “Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita !” Ibu hanya tersenyum dan berkata, “Ini adalah karena adikmu yang pulang lebih awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya ? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu.”
Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat wajahnya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit obat pada lukanya dan membalut lukanya.
“Apakah masih sakit ?” aku bertanya kepadanya.
“Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap saat. Hal tersebut bahkan tidak menghentikanku untuk bekerja dan … “
Di tengah kalimat itu ia berhenti… Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, air mataku mengalir deras turun ke wajahku.
Tahun terus berlalu, dan saat aku menikah, adikku berusia 23 tahun, sedangkan aku berusia 26 tahun. Setelah menikah aku tinggal di kota. Sering kali suamiku dan aku mengundang orantuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka selalu menolak.

Mereka mengatakan, jika meninggalkan desa, mereka tidak tahu apa yang harus diperbuat. Adikku juga tidak setuju, ia berkata, “Kak, jaga saja mertuamu. Aku akan menjaga ibu dan ayah disini.”
Suamiku menjadi Direktur di pabrik tempat ia bekerja. Kami menginginkan agar adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada bagian pemeliharaan alat teknik. Tetapi, adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras untuk tetap bekerja sebagai pekerja reparasi.
Suatu hari adikku terkena sengatan listrik ketika ia naik tangga untuk memperbaiki kabel listrik.

Ia dimasukkan ke rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Setelah melihat gips putih pada kakinya, aku menggerutu. “Mengapa kamu menolak tawaran untuk menjadi seorang manajer ? Seorang manajer tidak akan pernah melakukan Sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihatlah dirimu saat ini, mendapat luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mendengarkan kami sebelumnya ?”
Dengan wajah serius, ia menjelaskan. “Pikirkanlah kakak ipar…ia baru saja menjadi seorang direktur, dan aku tidak mempunyai pendidikan. Jika aku dijadikan seorang manajer, gossip seperti apa yang akan tersebar ?” Mataku dan mata suamiku dipenuhi oleh air mata, lalu keluarlah perkataanku dengan terpatah-patah, “tetapi, kamu kurang pendidikan juga karena aku !”
“Mengapa membicarakan masa lalu?” jawab adikku sambil menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 tahun, sedangkan aku berusia 29 tahun.
Adikku berusia 30 tahun ketikaia menikah dengan seorang gadis petani dari desa kami. Pada acara pernikahannya, pembawa acara bertanya kepadanya, “Siapakah yang paling Anda hormati dan Anda kasihi ?” Bahkan tanpa berpikir, ia segera menjawab, “Kakak’ku.”

Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. “Ketika aku masih di sekolah dasar, sekolah kami berada di desa yang berbeda. Setiap hari kakakku dan aku berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan dua jam untuk pulang ke rumah. Suatu hari, aku kehilangan salah satu sarung tanganku.
Lalu, kakakku memberikan satu dari sarung tangannya. Dan, ia hanya memakai satu sarung tangan saja dan berjalan sangat jauh.

Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin, sampai-sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu aku bersumpah, selama aku masih hidup, aku akan menjaga kakakku dan berbuat baik kepadanya.”
Tepuk tangan memenuhi ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Bibirku begitu terasa berat dan sulit untuk mengucapkan kata-kata, “Dalam hidupku, orang yang kepadanya aku sangat berterima kasih adalah adikku.”

Dan, pada saat yang paling berbahagia itu, didepan kerumunan orang banyak dalam perayaan itu, air mataku mengalir turun seperti sungai membasahi wajahku.

Seorang Gadis Sholehah Bernama Bar'ah

Ini adalah kisah gadis berumur 10 tahun bernama Bar`ah, yang orangtuanya dokter dan telah pindah ke Arab Saudi untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

Pada usia ini, Bar `ah menghafal seluruh Al Qur’an dengan tajweed, dia sangat cerdas dan gurunya mengatakan bahwa dia sudah maju untuk anak seusianya. Keluarganya kecil dan berkomitmen untuk Islam dan ajaran-ajarannya … . hingga suatu hari ibunya mulai merasa sakit perut yang parah dan setelah beberapa kali diperiksakan diketahuilah ibu bar’ah menderita kanker, dan kanker ini sudah dalam keadaan stadium akhir/kronis.
Ibu bar’ah berfikir untuk memberitahu putrinya, terutama jika ia terbangun suatu hari dan tidak menemukan ibunya di sampingnya … dan inilah ucapan ibu bar’ah kepadanya “Bar`ah aku akan pergi ke surga di depan Anda, tapi aku ingin kamu selalu membaca Al-Quran dan menghafalkannya setiap hari karena Ia akan menjadi pelindungmu kelak.. “

Gadis kecil itu tidak benar-benar mengerti apa yang ibunya berusaha beritahukan, Tapi dia mulai merasakan perubahan keadaan ibunya, terutama ketika ia mulai dipindahkan ke rumah sakit untuk waktu yang lama. Gadis kecil ini menggunakan waktu sepulang sekolahnya untuk menjenguk ibunya ke rumah sakit dan membaca Quran untuk ibunya sampai malam sampai ayahnya datang dan membawanya pulang.
Suatu hari pihak rumah sakit memberitahu ayah bar’ah bahwa kondisi istrinya itu sangat buruk dan ia perlu datang secepat dia bisa melalui telepon, sehingga ayah bar’ah menjemput Bar `ah dari sekolah dan menuju ke rumah sakit. Ketika mereka tiba di depan rumah sakit ia memintanya untuk tinggal di mobil … sehingga ia tidak akan shock jika ibunya meninggal dunia.

Ayah keluar dari mobilnya, dengan penuh air mata di matanya, ia menyeberang jalan untuk masuk rumah sakit, tapi tiba-tiba datang sebuah mobil melaju kencang dan menabrak ayah bar’ah dan ia meninggal seketika di depan putrinya itu…tak terbayangkan ..tangis gadis kecil ini pada saat itu…!
Tragedi Bar `ah belum selesai sampai di sini… berita kematian ayahnya yang disembunyikan dari ibu bar’ah yang masih opname di rumah sakit, namun setelah lima hari semenjak kematian suaminya akhirnya ibu bar’ah meninggal dunia juga. Dan kini gadis kecil ini sendirian tanpa kedua orangtuanya , dan oleh orangtua teman-teman sekolah bar’ah memutuskan untuk mencarikan kerabatnya di Mesir, sehingga kerabatnya bisa merawatnya.

Tak berapa lama tinggal di mesir gadis kecil Bar `ah mulai mengalami nyeri mirip dengan ibunya dan oleh keluarganya ia lalu diperiksakan , dan setelah beberapa kali tes di dapati bar’ah juga mengidap kanker … tapi sungguh mencengangkan kala ia di beritahu kalau ia menderita kanker….inilah perkataan bar’ah kala itu:“Alhamdulillah, sekarang aku akan bertemu dengan kedua orang tua saya.”
Semua teman-teman dan keluarga terkejut. Gadis kecil ini sedang menghadapi musibah yang bertubi-tubi dan dia tetap sabar dan ikhlas dengan apa yang ditetapkan Allah untuknya!…..Subhanallah
Orang-orang mulai mendengar tentang Bar `ah dan ceritanya, dan Saudi memutuskan untuk mengurusnya … ia mengirimnya ke Inggris untuk pengobatan penyakit ini.

Salah satu saluran TV Islam (Al Hafiz – The pelindung) mendapat kontak dengan gadis kecil ini dan memintanya untuk membaca Quran … dan ini adalah suara yang indah yang di lantunkan oleh bar’ah …
Mereka menghubungi lagi Bar’ah sebelum ia pergi ke Coma(nama kota) dan dia berdoa untuk kedua orangtuanya dan menyanyikan Nasheed …

Hari-hari terlewati dan kanker mulai menyebar di seluruh tubuhnya, para dokter memutuskan untuk mengamputasi kakinya, dan ia telah bersabar dengan apa yang ditetapkan Allah baginya … tapi beberapa hari setelah operasi amputasi kakinya kanker sekarang menyebar ke otaknya, lalu oleh dokter memutuskan untuk melakukan operasi otak … dan sekarang bar’ah berada di sebuah rumah sakit di Inggris menjalani perawatan
Silakan berdoa untuk Bar’ah, dan bagi saudara-saudara kita di seluruh dunia.
Video bar’ah lainnya .. .

Kunikahkan Putriku dengan Mahar Cincin Besi Putih

Dari Pak Zabir di Samarinda
Assalamu ‘alaikum Wr. Wb
Pendengar Nurani yang budiman, aku adalah seorang ayah yang saat ini telah memasuki usia 58 tahun.., dari pernikahanku dengan istriku Yuanita –Rahimahallah- kami dikarunia seorang putri yang anggun dan cantik seperti ibunya, saat lahir kami memberinya nama -Rahma- , jujur, rahmah telah melengkapi kebahagiaan keluarga kecil kami, apalagi di semarang aku dan ibunya hanyalah seorang perantau dimana aku harus menuanikan kewajibanku sebagai seorang PNS dengan penempatan kerja sampai ke Samarinda..dan Alhamdulillah aku menikmati semua itu, bersama istri dan anak semata wayangku, kulalui hari-hari bahagia kami disana, sebagai anak pertama dan belum memiliki adik, rahma begitu kami perlakukan layakanya seorang princes, dimana setiap kebutuhannya selalu terpenuhi dengan baik.., dan sebagai seorang ayah, yang memiliki tanggung jawab penuh atas keluargaku, aku tidak segan2 memberikan apapun yang menjadi kebutuhan keluargaku, terutama istri dan anak semata wayangku, yang aku tahu saat itu, bahwa aku bekerja mencari nafkah semata2 untuk memenuhi kebutuhan dan membahagiakan keluarga kecilku.

Pendengar Nurani yang baik
Alhamdulillah dengan perjalanan waktu, Rahma tumbuh menjadi anak yang cerdas.., cantik dan anggun, dan yg membuat aku kagum dengannya, meskipun diperlakukan layaknya seorang princes, tak sedikitpun kulihat ada kecongkakkan dalam diri rahma, apalagi dihadapan teman sebayanya, bahkan jiwa sosialnya begitu sangat kental sekali kulihat, aku bangga padanya…, aku sangat berharap bahwa diusia dewasanya kelak, rahma akan tetap menjadi anak yang sosialis dan dermawan, sebagai orang tua..aku pun mulai menanamkan sebuah mimpi untuk masa depan putrid semata wayangku kelak…aku muali berangan2 bila kami diberi usia yang panjang, maka aku akan berusaha semampuku untuk menjadikan rahmah sebagai wanita terpandang dan memiliki jabatan tinggi dimasa depannya nanti..akun mulai berandai-andai bahwa pria yang bias menikahinya adalah pria yang harus memiliki kemapanan dari berbagai segi, agar anakku bias mendapatkan kebahagian penuh dari suaminya, mengingat bahwa rahma tumbuh menjadi anak yang sangat anggun…itulah mimpiku saat itu, mimpi seorang ayah yang berharap kebahagiaan penuh yg akan dirasakan oleh putrinya, mimpi seorang ayah yang menginginkan agar derajat keluarga dan anaknya akan semakin terangkat dengan menjadikan putrinya sebagai wanita berkelas dihari depannya nanti.., dan mimpi seorang ayah yang hidup diera modern saat ini…dan aku yakin mimpi itu bias terwujud dan bias menjadi nyata apabila aku bersungguh2 memberi dukungan padanya..

Pendengar Nurani yang baik
Berbagai upaya mulai aku lakukan.., apalagi ketika rahma mulai memasuki masa remajanya, dan memang benar..subhanallah..keanggunan dan kecantikan putriku semakin jelas terbias..dan aku yakin bahwa nilai dari kecantikan dan keanggunannya itu akan sangat tinggi, apalagi disekolahnya rahma juga tergolong anak yang cerdas.., meskipun tidak pernah meraih rangking satu dikelasnya, tetapi peringkat ke- 2 dan 3 selalu disabetnya, dan bagiku ini sudah lebih dari cukup.., sikap kedermawanan dan sosialnya rahmapun masih tetap melekat dalam dirinya.., hingga suatu hari ketika rahma memasuki bangku kelas 2 SMP, dia memintaku untuk memindahkannya ke sekolah muslim (pesantren), ujarnya suatu hari padaku sepulangnya dari sekolah :
“Assalamu ‘alaikum papa…”
“wa’alaikumussalam nak…baru pulang ya.., ayo sana ganti bajumu dan segera makan.., tadi sebelum istirahat siang mamamu sudah menyiapkan makan siang untuk kita..” selaku menimpali salamnya
“iya pak.., terima kasih…, oh ya pa.., papa lagi gak sibukkan?, ada sesuatu yang mau nanda ngomongin sama papa.., pentiiinggg skali…” ujar rahma lagi sambil tersenyum padaku…(Nanda adalah panggilan saying kami kepada rahma)
“Hmmm.., soal apa sih..bikin papa penasaran aja..” jawabku
“tapi papa gak sibukkan..?”
“tidak nak.., emang nanda mau ngomongin apa.., papa siap dengar…”
“gini lho pa..nanda tuh inggiiiiinnn skali bias berbahasa arab, trus ingin belajar banyak soal fiqih, aqidah dll.., nah.., bila papa berkenan, untuk tahun ke tiga ini, nanda ingin dipindahin ke Pesantren pa..please…nanda mohon pa..ya..ya….” ujar rahma padaku sambil memelas, sesaat aku tertegun menyaksikan tingkah lakunya, aku sendiri bingung dan tak tahu harus menjawab apa, namun perjalanan waktu membuat aku luluh dan mengabulkan permintaan putrid semata wayangku, tentunya dengan sebelumnya meminta pertimbangan dari ibunya.

Pendengar Nurani yang baik
Aku sangat bangga dengan prestasi yang dicapai oleh rahma, meskipun dia harus beradaptasi dengan lingkungan barunya dipesantren namun tak sedikitpun membuat nilai2nya merosot, bahkan menurut penuturan kepala sekolah, hanya dengan beberapa pecan saja, rahma sudah bias menyesuaikan diri dengen beberapa pelajaran agama tambahan yg sebelumnya tidak pernah dia dapatkan dibangku sekolah umum, dan prestasi2 itu yang membuat aku dan ibunya bangga dan bahagia padanya.., akan tetapi saying, kebahagiaan itu berangsur2 lenyap dan berubah menjadi kesedihan, mana kala memasuki pertengahan semester, -Yuanita- ibunya rahma meninggal dunia karena penyakit diabetesnya. Kuingat betul sehari sebelum ia meninggal, yuanita sempat berpesan padaku, bahwa dia meminta agar aku benar2 memperhatikan putri semata wayang kami, bahwa aku selalu diminta untuk membuatnya bahagia dan tersenyum serta memintaku utnuk berupaya sedapat mungkin menjadikan rahma sebagai orang yang berguna bagi banyak orang…dan pesan-pesan inilah yang selalu membayang-bayangi fikiranku, saat itu aku berjanji pada diriku sedniri insya Allah aku akan mengabulkan semua permintaan yuanita meskipun itu rasanya berat bagiku, dan dengan permintaan dari ibunya itupulalah yg membuat aku lebih menyayangi putriku.

Pendengar Nurani yang baik
Perjalanan waktu membawa kehidupan putriku pada sebuah kemapanan, dimana usai menamatkan studinya di MTs, dan Madarasah Aliyah, sesuai dengan permintaannya, dia melanjutkan kuliah di sebuah Universitas Muslim dengan mengambil jurusan Hukum Islam, yg sejujurnya sebelumnya sempat aku tentang, karena besar harapanku untuk menjadikannya seorang politisi dengan mengambil jurusan Sospol, tapi mimpi itu kubuang jauh-jauh manakala ia memaparkan padaku tentang alasannya mengambil jurusan itu, dimana dia ingin mengetahui ilmu islam lebih dalam, dimana ia terlanjur mencintai semua yang berhubungan dengan islam dan dengan mempelajari itu semua insya Allah akan mengantarkannya pada sebuah keyakinannya untuk memeluk islam secara kaffah, bukan setengah-setengah, entahlah..aku tidak tahu mengapa keangkuhanku selalu luluh dihadapannya, padahal metode penyampaiannya bagiku terbilang biasa-biasa saja, rahma juga pernah menyuguhkan sebuah buku yang dibukanya lebar2 dimeja kerjaku, padahal aku tidak pernah memintanya, yah..,  sebuah buku yang begitu sangat menggugah perasaanku, sirah sahabat dan sahabiyah, dan usai membacanya membuat nalarku semakin memahami berbagai argument dan alasan dari putriku mengapa ia ingin sekali berislam secara sempurna.., pendengar, suatu hari ketika memasuki semester duanya, tiba2 aku dapati rahma  memakai busana muslim yang menurutku sangat aneh dan tidak biasa dikenakannya, iya.., setelah sebelumnya menyiapkan sarapan pagi untukku, aku melihatnya memakai busana muslimah lengkap dengan penutup wajahnya, aku sih sebenarnya sering melihat orang bercadar.., tetapi masih terlihat kedua bola mata mereka karena cadar itu tidak menutup sepenuhnya wajah mereka, tetapi pagi itu aku melihatnya ketika hendak kekampus dengan pakaian muslimah yang menutupi seluruh bagian tubuhnya, bahkan selain cadar dia juga menggunakan sebuah kain hitam halus menutupi seluruh wjahnya, aku sendiri sempat linglung dan kaget menyaksikan semua itu karena menganggap bahwa ia bukan putriku melainkan sahabat sekampusnya yg mungkin menginap bersamanya semalam, tetapi mendengar suaranya saat mengucapkan salam pamit kekampus, aku baru tahu bahwa itu putriku, tak ada kata2 yang dapat kuucapkan selain berdiri terpaku memandanginya yang telah berlalu pergi, ingin sekali aku mengajarnya dan menghuajaninya dengan berbagai pertanyaan dengan kemarahan yang mulai menghinggapi benakku, tetapi aku tak bias mengejarnya karena ia telah berlalu dan menjauh dari rumah.., saat itu perasaan didalam hatiku mulai campur aduk, kesal, marah dan kecewa dengan perubahan putriku yang seolah mau berbuat apa saja tanpa meminta pertimbanganku, karena tak bias mengejar dan menghakiminya, maka kuniatkan untuk menantinya saat kembali dari kampusnya, dengan perasaan yang masih belum menentu aku menghampiri meja makan, dimana disana telah disediakan oleh putriku berbagai menu sarapan pagi ku, dengan lahapnya aku mulai menyantap masakan yg telah tersedia saat itu, sempat aku merasa kagum dengan putriku, sebab meskipun terbiasa dengan prilaku manja yg aku berikan, namun tak membuatnya terbuai dan menjadi sosok gadis pemalas, aku kagum dengannya, sebab selain cantik, cerdas, rahma juga adalah anak yg rajin, dan pandai memasak, seluruh sudut rumahpun selalu tampil cantik dan rapi hasil kerja kerasnya, akan tetapi mengingat perubahannya pagi tadi membuat rasa kagumku tiba2 hilang dan berganti dengan amarah yang ingin sekali kuluapkan dihadapannya, hingga usai menyantap makanan pagi itu, dan hendak mengambil minuman yang agak sedikit jauh dari tempat dudukku, tiba2 aku melihat ada sebuah buku terbuka lebar disamping gelas minuman yang telah disiapkan oleh putriku, sesaat jiwa kutu bukuku mulai menyapa, sambil  meraih gelas itu, akupun perlahan meraih buku yang terbuka itu, kulihat dengan jalan lembaran yang terbuka itu adalah penjelasan tentang Bab Keutamaan menutup aurat bagi muslimah, kulihat disampul depannya buku itu bertajuk fiqih wanita, dan tak kubiarkan buku itu tergeletak begitu saja, perlahan-lahan aku mulai membaca kata demi kata dan kalimat demi kalimat dalam lembaran-lembaran yang telah terbuka itu, bulu kudukku semakin merinding saat membaca isinya, ttg keutamaan bagi muslimah menutup aurat serta ancaman-ancaman bagi mereka yang dengan sengaja mempertontonkan auratnya, saat itu mataku mulai berkaca2..aku baru mengerti mengapa pagi ini putriku tampil dengan muslimah yang syar’I, dan lagi-lagi keegoisanku luluh dengannya, kemarahankupun mulai sirnah dibuatnya, apalagi membaca sebuah kertas kecil yang diselipkan putriku pada lembaran itu..
“Assalamu ‘alaikum papa.., semoga Allah selalu merahmatimu dan memanjangkan usiamu, hingga hidayah-Nya akan menyapamu suatu saat.., sebelumnya nanada minta maaf pada papa, bila mulai hari ini ada yang berubah dalam diri nanda tanpa izin dari pada.., jujur..tidak ada yang lebih memotifasi diri ini selain keridhoan dari Allah Azza wajjallah, sehingga nanda akan selalu terhindar dari fitnah dunia dan dijauhkan dari tipu daya syetan,  semoga niat tulus nanda ini juga akan beroleh ridho dari papa.., salam saying dari putrimu-nanda-“
Mataku berkaca-kaca usai membca goresan tangan putri semata wayangku itu, dan kemarahan dalam hatikupun perlaahan-lahan mulai mereda, sebab aku sudah memahami dan mengetahui alas an dari perubahan putriku saat itu, meskipun dalam hati kecilku selalu bertentangan dengan keinginanya, sebab betapa diri ini ingin sekali menjadikannya seorang wanita hebat dihadapan manusia, lalu bagaimana dia akan menjadi seorang PNS bila ia berbusana seperti itu, atau bagaimana nanti pandangan masyarakat bila mengetahui ada caleg wanita dengan penampilan seperti itu..ahh, ini mustahil..tapi disisi lain impian dari putriku begitu mulia..haruskah aku menentangnya.., itulah gejolak hatiku yang entah mulai ditunggangi oleh hasutan syetan yg terkutuk itu.

Pendnegar nurani yang baik
Disuatu hari lagi di penghujung tahun 2006, ketika dibuka pengangkatan CPNS secara serentak diseluruh Indonesia, aku menyarankan padanya untuk mengikuti seleksi itu, namun tak sedikitpun rahma meresponnya selain sunggingan senyuman dan anggukan halus dari wajahnya, aku paparkan keinginanku untuk melihat dia sukses menjadi seorang PNS, bahkan aku mulai membujuknya untuk sedikit saja menyepakati keinginanku untuk melepaskan busana muslimah yang dikenakannya setiap hari dan menggantinya dengan pakaiannya yg dulu, busana muslimah seadanya dengan jilbab segitiga.., tapi lagi-lagi rahma tidak memberi tanggapan yang berarti padaku selain senyuman dan sebarek kesibukannya mengurusi semua pekerjaan rumah, hingga lagi-lagi mana kala aku hendak keruang tengah menonton tayangan berita di TV, kembali kudapati segelas minuman hangat dan sepiring gorengan ada dimeja disertai sebuah buku yang terbuka lebar disamping hidangan itu..dan seperti biasa jiwa kutu bukuku kembali terusik, jujur aku mmang hobi sekali membca, bahkan Koran-koran bekas yang kutemukan dijalananpun tak kubiarkan menjadi penghuni sampah sebelum aku membacanya, dan buku yang terbuka lebar siang itu menjelaskan tentang Manfaat dan mudharat menajdi PNS, dengan seksama kubaca seluruh bab tentang itu.., dan kembali kengkuhan sikapku yang terlalu memaksakan putriku menjadi seorang PNSpun menjadi luluh.., tapi aku tidak habis fikir, mengapa rahma selalu menjadikan buku2 koleksinya itu sebagai teman makan dan santaiku, apa memang sengaja?, atau dia hanya sekedar lupa membawanya kekamarnya lagi setelah membaca buku2 itu..?, dan kalau memang dia telah memahami setiap perbuatan dan sikap yg dia tunjukan padaku, mengapa ia tak menjelaskannya secara langsung dihadapanku?, atau, apa memang dia jadikan ini sebagai media dakwah untukku?, karena dia telah mengenal tabiatku yg seorang kutu buku?, hmmm..benar2 sulit dimengerti.., pendengar.., begitulah sikap rahma padak, tak pernah sedikitpun dia mendakwahi diriku secara langsung, tetapi berbagai koleksi buku2 ttg pengetahuan islamnya selalu dia letakkan ditempat2 strategis yang selalu aku berada disana, sehingga tergelitiklah diriku utnuk mendekati, meraih dan membca buku2 itu.

Pendnegar nurani yang budiman
hingga waktu jualah yang membawa putriku pada kedewasaan hidup yang semakin mapan, dengan penampilannya sebagai muslimah, telah ada 2 lelaki yang dating bermaksud meminangnya, aku tidak tahu apa motifasi mereka, pertama seorang pria yang ngakunya kakak tingkatnya rahma yg 2 tahun sebelumnya telah tamat dan telah bekerja sebagai PNS di sebuah intansi pemerintah didaerah kami, Dani namanya. Pria ini sebenarnya sangat bersahaja, rapi dan sepertinya berpendirian kuat terhadap agamanya, Namun pria itu aku tolak karena nilai nominal yang dibawanya untuk melamar putriku jauh dari standar yang kuinginkan yaitu 45 juta, dan Dani tidak menyanggupi hal itu, 3 bulan setlahnya dating lagi seorang lelaki paruh baya bersahaja dengan jenggot tipis menghiasi dagunya yang tak lain adalah dosennya rahma, pria ini dengan terang2an kutolak karena usianya terlalu tua untuk putriku, dan dari segi omset pria ini hampir memasuki masa pensiunnya, dan aku yakin rahma juga sependapat denganku saat itu, hingga suatu pagi, sehari setalah aku menolak pinangan pria terakhir yang dating pada putriku itu, tiba2 putriku dating dengan wajah kesedihan diwajahnya.
“kenapa kau nak..koq cemberut gitu..”
“maaf pak..nanda Cuma ingin tahu, alasan papa menolak lamaran pria-pria itu ?”
“hmm..jadi itu yang membuatmu cemberut..gini lho nak..kau itu gadis anggun, cantik, cerdas, rajin dan masih  banyak kelebihan yang kau miliki.., yah menurut pandangan papa kau adalah gadis yg sempurna dengan semua kelebihanmu itu, maka..haruskah papa membiarkan begitu saja kau menikah dengan sembarang pria yang tidak bias menyeimbangi kelebihanmu?, tentu tidak nah..,kau tahu..sejak kecil papa telah membangun sebuah impian besar untuk menajdikan seorang wanita terhormat sehingga tak boleh sembarang pria dating melamarmu, apalagi samapi menikahimu.., jadi jelaskan..mengapa papa menolak pria2 itu..?, alasan pastinya adalah bahwa 2 pria yg dating kemarin itu belum memenuhi stadar keinginan papa..”jawabku ketus
“astagfirullah pak.., mengapa papa menajdikan tingakat dan status ekonomi mereka sebagai standar penilaian utk menjadi suamiku..?, begitu murahkah aku dimata papa sehingga papa menjadikan materi sebagai patoakn utama untuk menerima pingan itu?, aku mohon pak.., aku ini putrimu, bukan sebuah barang yang hargus dipatok dengan harga tertentu..”ujarnya menanggapi argumentku
“Rahmah..kau bicar apa sih, semua ini papa lakukan untukmu nak..”
"Papa..sejak kecil aku tidak pernah meminta apapun pada papa.., semua keingnan papa tak satupun yg  luput dari lalaiku..semuanya kupenuhi, maka, izinkanlah aku meminta sesuatu pada papa..aku tahu ini berat..tapi tak ada kebahagiaan yg bisa ...aku rasakan selama hidup ini kecuali bila permintaanku ini dapat papa penuhi..." ujar rahma padaku saat itu..

"apa itu nak.." tanyaku lagi

"Aku mohon sama papa.., Bila ada seorang pemuda sholeh datang padaku dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dia miliki, maka aku minta pada papa terimalah pinangannya, apapun maharnya untukku.., meskipun hanya sebuah cincin berkarat yang tidak berarti dimata papa.., sebab bagiku..Cukuplah Kesholehannya yang bisa menjadi mahar bagiku..selebihnya aku tidak menginginkan yang lainnya..." jawab rahma padaku yang semakin membuat aku bingung....

Pendengar nurani yang baik
Hingga suatu hari datanglah seorang lelaki bersahaja kerumahku, dari penampilannya memang pria ini bukan dari kalangan orang kaya.., sebab pakaian yang dikenakannya hanya dari bahan sederhana, namun secara fisik  lelaki ini berpenampilan bersih dan rapi, aku sendiri belum pernah melihat lelaki ini, baik dikampusnya Rahma maupun dikompleks ini, siapa dia yaa..?, dengan perasaan masih penuh Tanya kupersilahkan masuk pria bersahaja itu, kulihat didagunya tumbuh jenggot tipis yang menambah pancaran charisma pria tersebut, hingga bebera saat kemudian..
“Maaf, siapa ya..?, koq  saya baru lihat…, anak baru ya dikompleks ini?” tanyaku
“I iya Om, saya baru 10 hari disini, silaturahim kerumah tante yg rumahnya berada diujung gang ini.., nama saya farhan”jawabnya sambil memperkenalkan diri.
“trus nak farhan ada perlu apa ya?, apa ada yang bias dibantu?” tanyaku lagi
“Hmm..begini pak, sebebarnya maksud kedatangan saya kesini adalah..untuk….untuk…melamar putrid bapak..”jawabnya lagi dengan sedikit terbata-bata.
“Melamar Putriku?, maksudnya Rahma?, apa kau mengenalnya?, ketemu dimana?, kamu teman kampusnya ya?” tanyaku dengan agak sedikit kaget pada pria itu
“Ooh..saya tidak mengenal putrid bapak..saya juga belum pernah mendengar apapun tentang keluarga ataupun putrid bapak…” ujarnya menyela
“trus, kalau belum pernah bertemu dan kenal dengan putriku, lantas kenapa kau berani melamarnya?, apa ini hanya guyonamu saja..?” ujarku menimpali seruan farhan dengan nada agak sedikit  keras karena merasa bahwa dia sedang berguyonan saat itu.
“Ee..ee bukan bermaksud begitu pak, saya tidak ada maksud berguyon..saya sedang berkata2 serius saat ini..insya Allah ini tulus dari hati saya…” jawabnya lagi
“kau ini aneh.., tadi kau bilang belum pernah bertemu dan kenal dengan putriku, trus katanya mau melamar putriku.., kalau bukan berguyon lantas ini apa namanya..?, bagaimana kalau putriku jelek rupanya…?, kau mau ambil resiko untuk tetap menikahinya?!!” ujarku dengan nada yg lebih keras lagi..
“ee..maaf pak sebelumnya saya harap bapak tidak tersinggung dan emosi dengan niat saya ini tapi demi Allah saya tidak pernah ertemu dan mengenal putrid bapak, tapi niat untuk menikahinya juga bukanlah hal yang main2 pak…insya Allah saya serius.., adapun persoalan wajah putrid bapak yang cantik atau jelek itu adalah nomor sekian yang menjadi motifasi saya dating ketempat ini untuk melamar putrid bapak” jelasnya padaku dengan berusaha meredam emosiku
“Lalu, hal apa yang menjadi motifasi utamamu sampai begitu berani dating dan melamar putriku, hahh?”tanyaku lagi
“Insya Allah motifasi utama saya dating dan melamar putrid bapak saat ini adalah Lillahi ta’alaa,  , jujur selama 10 hari saya berada dikota ini, hampir setiap hari saya melihat putrid bapak lewat didepan rumah tantenya saya tanpa ada mahrom yang menemaninya, dan dalam satu hari sampai beberapa kali saya melihatnya melewati rumah saya tanpa ada mahrom yang mendampinginya, baik anda sebagai bapaknya, saudara laki2nya atau suaminya.., maaf sebelumnya, saya tidak bermaksud menceramahi bapak tetapi  dalam aturan syariat ini tidak benarkan seorang wanita bepergian keluar rumah tanpa ada mahorm yang menemaninya, apalagi dalam sehari sampai beberap kali, dan hal ini yang menyebabkan keprihatinan saya sehingga saya dating dan menyampaikan niat baik ini, insya Allah kalau bapak berkenan, saya ingin menjadi mahromnya dan akan selalu menenmani dan mengantarnya kemana saja yang dia inginkan selama itu untuk ummat dan kebaikan, sehingga putrid bapak akan terhindar dari fitnah dan tipu daya syetan karena telah ada mahrom yang mendmpinginya kemana saja..” ujar farhan dengan nada tegas dan bersahaja, sesaat aku terdiam menatap wajah pemuda ini sambil menelaah kalimat demi kalimat yang disampaikannya, sesaat akupun teringat prmintaan putriku yang begitu merindukan calon pendamping hidup yang soleh untuk menjadi imamnya dan keluarganya, apakah pemuda ini adalah pria yg tepat untuknya? “tanyaku dalam hati
“Hmm..bila memang niatmu itu tulus.., berapa kemampuanmu dalam memberikan mahar dan uang nikah buat putriku?, asal kau tahu, rahma adalah gadis yang baik, insya Allah sholehah, cerdas dan masih banyak lagi kelebihan yang dia miliki…” ujarku mempresentasikan putriku dihadapan pria tersebut.
“Subhanallah.., saya bangga dengan putrid bapak…, semoga Allah senantiasa meng-istiqamahkan beliau, akan tetapi begitu murahkah harga dari seorang yang berahlakq baik dan mulia seperti beliau?, sehingga bapak masih mengukur keberadaannya dengan materi dan nilai mata uang?, pak.., keimanan dan kesholehan seseorang itu sebenarnya tidak ternilai dengan bentuk materi apapun, bila putrid bapak diibaratkan emas dan permata, maka ia adalah emas dan permata yang bersumber dari syurga, yang tidak bias ternilai dengan jenis materi apapun yang ada didunia ini, jadi untuk semua itu.., bila bapak berkenan, maka sayapun ingin member mahar kepada putrid bapak dengan mahar yang tidak ada nialinya didunia ini…” terangnya lagi padaku
“Wahh…, maharnya apa nak..?, koq sampai tidak ternilai dengan materi apapun..?, pasti mahal harganya?” jawabku dengan penuh semangat
“Hmm.., insya Allah untuk seorang wanita solehah seperti putrid bapak, saya ingin mempersembahkan keimanan dan ketaqwaan saya sebagai mahar untuknya meskipun sebagai manusia biasa saya sendiri tidak bias mengukur kadar iman itu dalam diri ini, tapi insya Allah saya akan selalu berdiri tegak dijalan Rabbku hingga akhir hayat ini, selain itu juga saya ingin memberi sebuah cincin besi putih tua yang saat ini sedang melingkar dijari saya untuk beliau.., semoga bapak dan putrid bapak berkenan.., hanya itu pak yang saya mampui..” ujar farhan dengan wajah menunduk sambil memperlihatkan cincin putihnya kepadaku, menyaksikan semua itu aku semakin terpaku..ada perasaan lain yang berkecamuk dalam hatiku, haruskah aku mengihlaskan putriku menikah dengan pria ini?, sementara pria ini bukanlah siapa2 dan tidak memiliki apa2 selain iman dan sebuah cincin tua yang melingkar dijarinya…akhirnya dengan berbagai pertimbangan, aku meminta pemuda itu untuk kembali satu pecan kemudian, sambil member alas an bahwa begitu dia dating lagi maka jawaban atas permintaannya tersebut sudah ada.

Pendengar Nurani yang budiman
Usai bertemu dengan farhan saat itu.., perasaanku semakin tidak menentu, aku tidak tahu apakah aku harus menuruti egoku dengan menolak pinangan itu atau tidak.., tetapi disisi lain putriku begitu mendamba hadirnya suami sholeh untuk menemaninya..ya Allah berikan jalan yang terbaik buat masalahku ini…
Pendengar, untuk pertama kalinya aku mengadu kepada Rabbku tentang masalah ini dan berharap apapun yang terjadi dengan keputusan yang aku ambil ada campur tangan Allah didalamnya.., hingga akhirnya kubulatkan tekadku untuk menerima lamaran pria bernama farhan itu untuk putriku. Waktu terus bergulir..akhirnya sepekan itu berlalu juga dan hari yang telah aku janjikan itu dating juga..disaat hati ini telah ikhlas menerima kehadiran farhan yang kunilai adalah pemuda biasa yang tidak punya apa2 selain keimanannya, ternyata Allah menunjukan sesuatu yang luar biasa padaku dihari itu, mana kala farhan berkunjung kerumah menagih janjiku dengan membawa orang tuanya, alangkah kaget dan takjubnya aku ketika tahu bahwa farhan adalah anak tunggal seorang pengusaha kaya dari Jakarta, dan pewaris tunggal dari perusahaan milik orang tuanya itu, dan kuatahu juga bahwa farhan adalah seorang ustd yang telah menyelesaikan studinya di sebuah Universitas di timur tingah.., subhanallah..memang benar..ketika kita mengejar dunia, maka akhirat tidak akan ikut bersamanya, akan tetapi ketika kita mengejar akhirat maka duniapun akan secara otomatis ikut didalamnya..

Pendengar Nurani yang budiman
Akhirnya setelah melalui proses yang syar’I, resmi sudah putriku menjadi istrinya farhan..dan Alhamdulillah farhan menepati janjinya..kulihat ada raut kebahagiaan terpancar dari keluarga kecil mereka.., hanya doa yang bias aku ucapkan semoga mereka bahagia dunia dan akhirat.., aamiin…
Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb

NB : Kisah ini kutulis sebagai bentuk ucapan terima kasih kepara Rabbku yang telah memberiku Hidayah-NYA hingga saat ini, dan kepada putriku juga menantuku yang Alhamdulillah dengan izin Allah melalui tangan merekalah hidayah ini menyapaku. Semoga bermanfaat..!!!

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More